4 Keutamaan Ayat Kursi Yang Mulia

Terdapat sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung dalam al Qur’an karena kandungan isinya tentang ...
Terdapat sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung dalam al Qur’an karena kandungan isinya tentang keesaan Tuhan Allah serta kekuasaan-Nya yang mutlak atas segala sesuatu dan bahwa Ia tidak kesulitan sedikitpun dalam memeliharanya.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan:

“Ayat kursi ini memiliki kedudukan yang sangat agung. Dalam hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa ia merupakan ayat teragung yang terdapat dalam Al-Quran” (Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim).

Ayat Kursi ini termasuk kedalam Surat al Baqarah ayat yang ke-255 dan bisa disebut juga dengan Ayat Singgasana. 

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

Berikut 4 Keutamaan Ayat Kursi:

1. Ayat Paling Agung Dalam Al-Qur'an

Sebagaimana yang ada pada pertanyaan yang diajukan oleh Rasulullah kepada Ubay bin Ka’ab, “Ayat mana yang paling agung dalam kitabullah?” Ubay menjawab, “Ayat kursi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menepuk dada Ubay kemudian berkata, “Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau miliki.” (HR. Muslim).

Ayat Kursi dikategorikan sebagai ayat yang paling agung karena di dalamnya terdapat nama Allah yang paling agung, yaitu Al Hayyu dan Al Qayyum. Namun ulama berselisih pendapat manakah nama Allah yang paling agung.

2. Keagungannya Melebihi Bumi dan Langit

Sebagaimana yang ada pada pertanyaan yang diajukan oleh Rasulullah kepada Ubay bin Ka’ab:

“Ayat mana yang paling agung dalam kitabullah?” 

Ubay menjawab, “Ayat kursi.” 

Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menepuk dada Ubay kemudian berkata, 

“Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau miliki.” (HR. Muslim).

Ayat Kursi dikategorikan sebagai ayat yang paling agung karena di dalamnya terdapat nama Allah yang paling agung, yaitu Al Hayyu dan Al Qayyum. 

Namun ulama berselisih pendapat manakah nama Allah yang paling agung.

3. Sebagai Pelindung dari Setan dan Berbagai Keburukan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi” (HR. Al-Bukhari).

Jadikanlah ayat kursi sebagai dzikir rutin yang dibaca ketika hendak tidur. Selain itu, ayat kursi juga termasuk bacaan dzikir pagi dan petang.

4. Jalan Menuju Surga

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setelah selesai shalat, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian” (HR. An Nasa-i, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani).

9 Keutamaan Membaca Surah Yasin

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golon...
Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah. 

Dinamai YaSin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin. Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Rasulullah Saw telah bersabda:

“Bacalah Surat Yassin karena ia mengandungi keberkatan”.

Berikut beberapa keutamaan membaca surah yasin:
  1. Apabila orang lapar membaca Surat Yassin, ia menjadi kenyang.
  2. Jika orang tidak mempunyai pakaian akan mendapat pakaian.
  3. Jika orang belum menikah, segera mendapat jodoh.
  4. Jika dalam ketakutan akan hilang perasaan takut.
  5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
  6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
  7. Jika tersesat, sampai ke tempat yang ditujuinya.
  8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya
  9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
  10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.
Rasulullah s.a.w bersabda:

“Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al- Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surat Yassin, niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.

“Apabila datang ajal orang yang suka membaca surat Yasin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya”.

Malaikat Maut tidak mau memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang Malaikat Ridwan dari syurga membawa minuman untuknya. 

Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.

Rasulullah s.a.w bersabda:

“Barang siapa sembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surat Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik."

Demikianlah keutamaan membaca surah yasin. Semoga bermanfaat!

7 Keutamaan Surah Al-Waqiah

Surat Al Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rej...
Surat Al Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin.

Surat Al Waqiah ini menerangkan tentang hari kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Diterangkan juga penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan dan api, sebagai bukti kekuasaan Allah SWT dan adanya hari berbangkit.

Beberapa fadilah surat Al Waqi’ah antara lain:

1. Mejauhkan Dari Kelalaian

Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

2. Menjauhkan Dari Kefakiran

Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

3. Dicintai Oleh Allah dan Manusia

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

5. Wajah Bersinar Di Akhirat

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117).

6. Memperlancar Rezeki

Ibn Mardawaih daripada Anas: Kasyf al-Khafa, bahwa Rasulullah saw bersabda “Surah al-Waqiah adalah surah kekayaan. Hendaklah kamu membacanya dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kamu.”
“Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)

7. Menceritakan Kisah Para Pendahulu

Berkata Masruq: “Siapa ingin mengetahui cerita orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian, serta cerita ahli surga dan ahli neraka, penduduk dunia dan akhirat, maka bacalah surat Al-Waqi’ah”. (Tafsir Jamal, Juz IV halaman 269)

10 Tanda Kebahagiaan Hidup Di Dunia

MUSLIMIDIA.COM - 10 Indikator Kebahagiaan Dunia. Siapa yang tidak ingin bahagia? semua makhluk didunia ini mendambakan kebahagiaan. ...
MUSLIMIDIA.COM - 10 Indikator Kebahagiaan Dunia.

Siapa yang tidak ingin bahagia? semua makhluk didunia ini mendambakan kebahagiaan. Tetapi yang seperti apakah kebahagiaan tersebut.

Berikut ini adalah indikator-indikatornya sehingga bagi yang bercita-cita, mampu mengenali apakahh di jalan yang benar atau keliru.

1. Qolbun Syakirun (hati yg selalu bersyukur)

Artinya selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.

Kata syukur terambil dari mashdar kata kerja syakaro – yasykuru- syukron. kata syakaro dapat diartikan ‘membuka’ sehingga ia merupakan lawan dari kata kafaro/kufur yang berarti ‘menutup’ atau ‘melupakan nikmat dan menutup-nutupinya’.

Jadi, membuka atau menampakkan nikmat Allah SWT antara lain di dalam bentuk memberi sebahagian dari nikmat itu kepada orang lain, sedangkan menutupinya adalah dengan bersifat kikir.

Dari pengertian tersebut maka syakaro – yasykuru- syukron dapat juga diartikan mengandung makna antara lain pujian atas kebaikan dan penuhnya sesuatu.
(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7) 

2. Al-Azwaju Shalihah (pasangan hidup yang sholeh)

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula.

Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan.

Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh.

Demikian pula seorang istri yang sholehah, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.
(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26) 

3. Al-Auladul Abrar

Saat Rasulullah SAW thawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet- lecet.

Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu, “Kenapa pundakmu itu?” Jawab anak muda itu, “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia.

Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya” Lalu anak muda itu bertanya, ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”

Nabi SAW memeluk anak muda itu dan mengatakan, “Sungguh ALLAH ridho kepadamu, kamu anak yang sholeh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”

Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH.

Do’a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.
(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)

4. Al-baiatu Sholihah (lingkungan yg kondusif untuk iman kita)

Kita tentu boleh mengenal siapapun, tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat, haruslah orang- orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita.

Sebagaimana Rasulullah yang menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh yang akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.
(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2) 

5. Al-Malul Halal (harta yang halal)

Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdo’a sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan?”

Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do’anya akan sangat mudah dikabulkan ALLAH.

Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hati semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.

Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati.

Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155) 

6. Tafakkuh Fid-Dien (semangat untuk memahami agama)

ALLAH menjanjikan nikmat bagi umat-NYA yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada ALLAH dan rasul-NYA.

Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.

Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.

Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269) 

7. Umur Yang Barokah

Umur yang baroqah itu adalah umur, yang selalu diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak nostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).

Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta.

Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225). 

8. Mukhlis

Ikhlas artinya bersih, suci, murni. Orang yang ikhlas (mukhlis) adalah orang yang melakukan amal kebaikan karena Allah (Lillaahi ta`ala), tanpa embel-embel, tanpa mengharap imbalan, pujian, dan penghargaan dari selain-Nya.

Beramal dengan ikhlas tidak akan membuat seseorang mabuk kepayang oleh pujian pun juga tidak melemah karena hardikan dan cacian dari manusia.

Orang yang ikhlas dikategorikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai orang yang beruntung, orang yang sukses, orang yang berhasil. Sabda beliau, “Berbahagialah orang-orang yang ikhlas, mereka adalah pelita-pelita hidayah yang dari mereka setiap fitnah yang gelap menjadi terang.” (HR. Abu Nu`aim). 

9. Terkendali Lidahnya

Ada bunyi pepatah, Lidahmu Harimaumu yang pas menggambarkan betapa besarnya pengaruh yang ditimbulkan oleh lisan.

Ucapan yang terlontar dari lisan tidak lagi bisa ditarik. Ucapan itu menjadi catatan dalam kehidupan seseorang.

Lidah memang bentuknya kecil namun akibat yang ditimbulkan begitu besar, lebih besar dari bentuk lidah itu sendiri.

Karenanya, Rasul memerintahkan kepada kita untuk berkata baik. Kalau kita tidak mampu, maka diam adalah pilihan terbaik.

Di zaman penuh fitnah seperti sekarang ini, sangat penting untuk mengendalikan ucapan. Tidak melapas dan melempar ucapan dengan begitu mudah.

Perhatikan dan lihat baik-baik apakah pada ucapan yang akan kita sampaikan, mengandung manfaat atau sebaliknya. Jika bermanfaat, sampaikanlah. Jika tidak, tahan dan ini jauh lebih selamat.

Siapa yang mampu mengendalikan lidahnya ia akan tergolong sebagai orang yang beruntug. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Berbahagialah orang yang dapat menahan lidahnya…” (HR. Baihaqi). 

10. Hati Yang Tenang

Tiada kebahagiaan tanpa sakinah (ketenangan) dan thuma’ninah (ketentraman).

Dan tiada ketenangan dan ketentraman tanpa iman. Allah Ta’la berfirman tentang orang-oranf beriman:

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ

Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). (Qs Al-Fath: 4).

Keimanan melahirkan kebahagiaan dari dua sisi (1) Iman dapat menghindarkan dan memalingkan seseorang dari ketergelinciran ke dalam dosa yang merupakan sebab ketidak tenangan dan kegersangan jiwa. (2) Keimanan dapat menjadi sumber utama kebahagiaan, yakni sakinah dan thuma’ninah.

Sehingga di tengah lautan masyakil (probematika) dan krisis hidup tidak ada jalan keluar dan keselamatan selain Iman.

Oleh karena itu orang yang tanpa iman di hatinya dipastikan akan selalu dirundung rasa takut, was-was, kahwatir, gelisah, galau.

Adapun bagi orang beriman tidak ada rasa takut sama sekali, selain takut kpda Allah Ta’ala. Hati yang dipenuhi iman memandang remeh setiap kesuliatn yang menghimpit, kerana orang beriman selalu menyikapi segala persoalan dengan tawakkal kepada Allah. sedangkan hati yang kosong, tanpa iman tak ubahnya selembar daun rontok dari dahannya yang diombang-ambingkan oleh angin.

Etika Ketika Bercanda Menurut Islam

MUSLIMIDIA.COM - Etika Bercanda Dalam Islam. "Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tak mengatakan kecuali yang benar.''...
MUSLIMIDIA.COM - Etika Bercanda Dalam Islam.

"Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tak mengatakan kecuali yang benar.'' (HR ath-Thabrani).

Hidup tanpa bercanda pasti terasa hampa. Bercanda atau bersenda gurau merupakan bagian dari kehidupan sosial manusia.

 Ajaran Islam pun memperbolehkan umatnya untuk bercanda. Sebab, Nabi Muhammad SAW pun suka bercanda dengan para sahabat. Lalu seperti apakah cara becanda Rasulullah SAW?

Sebagai agama yang sempurna, Islam ternyata telah mengajarkan kepada umatnya adab bercanda (Adab al-Mizaah).

 Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya bertajuk Mausuu'atul Aadaab al-Islamiyah,mengungkapkan ada delapan adab yang harus diperhatikan seorang Muslim ketika bercanda bersama teman atau keluarganya.

Seorang lelaki pernah datang kepada Imam Abu Hanifah rahimahullah, kemudian bertanya,

"Bila saya sudah melepas baju dan hendak menyebur ke sungai untuk mandi, apakah saya harus menghadap kiblat?"

Mendengar pertanyaan itu, Imam Abu Hanifah langsung menjawab,

"Yang lebih afdhal hendaknya wajahmu menghadap ke arah bajumu supaya tidak di curi orang."

Canda sang Imam langsung mengundang senyum orang-orang yang ada di sekitarnya. Canda merupakan bumbu dalam kehidupan, secukupnya saja di taburkan sebagai penghias kehidupan.

Dalam pandangan islam, bercanda ialah sesuatu yang juga dianjurkan untuk menghilangkan rasa bosan dan untuk mencairkan suasana.

Namun dalam bercanda dengan sesama hendaklah mengetahui batasan batasan yang harus dipatuhi agar tidak mendatangkan mudarat atau bahkan mendatangkan dosa untuk diri kita sendiri dan orang lain.

Adapun dalam islam beberapa etika dalam bercanda antara lain:

1. Tidak Berbohong

Abu Hurairah RA menceritakan saat para sahabat berkumpul dalam majelis Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,”Para sahabat bertanya kepada Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,”Wahai Rasulullah, apakah engkau jua bersenda gurau bersama kami?” maka Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam menjawab,”Tentu, hanya saja aku akan berkata benar” (HR. Ahmad)

Rasulullah bersabda: “Neraka Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa); neraka Wail baginya, neraka Wail baginya.“

(HR. Abu Dawud dalam kitab Al-‘Adab – 88, bab Ancaman Keras terhadap Dusta; hadits no. 3990 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud III: 942 no.4175). Na´udzubillahi mindzalik. 

2. Tidak Tertawa Berlebihan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)

Seperti hadits dari ‘Aisyah ra, “Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

3. Tidak Saling Menakut Nakuti Yang Dapat Mendatangkan Mudarat

Dalam bercanda juga hendaklah kita tidak saling menakut nakuti akan sesuatu hal yang dapat membuat suasana menjadi tidak menyenangkan.

Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud) 

4. Tidak Bercanda Tentang 3 Hal Yakni: Talak, Nikah, Rujuk

Masalah nikah, talak dan rujuk adlaah suatu hal yang sangat serius dalam islam, oleh karenanya 3 hal ini sangat tidak boleh untuk dijadikan sebagai bahan candaan dengan sesama.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :

“ Tiga hal yang apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh maka berguraunya pun dinilai sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh, yaitu ; nikah, talak, dan rujuk “ (HR Abu Dawud). 

5. Tidak Mengandung Celaan Bagi Sesama

Dalam bercanda hendaklah kita hanya mengutarakan atau melakukan hal-hal yang sewajarnya saja, terlebih lagi dalam berkata kata hendaklah untuk tidak mengeluarkan sesuatu perkataan yang mengandung olok-olok kepada orang lain karena hal itu dapat menimbulkan permusuhan antara sesama.

”Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”(QS. Al Hujarat : 11) 

6. Tidak Bercanda Dengan Kata Yang Mengandung Asma Allah, Ayat-Ayatnya, Sunnah Rasul dan Syariat Islam.

Terakhir dalam bercanda hendaklah menghindari untuk menggunakan ayat ayat Allah SWT, Hadits Rasul dan Syariat Islam.

Sesungguhnya hal tersebut akan mendatangkan dosa bagi kita bahkan tidak menutup kemungkinan akan termasuk menjadi golongan orang-orang yang kafir.

"Dan jangan kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab,"sesungguh nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." katakanlah," apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman." (At- taubah 65-66)

Itulah adab dan etika kita sebagai seorang muslim dalam bersenda gurau atau bercanda. Hendaklah kita selalu tau batasan berkata dan bertingkah dalam bercanda agar tidak mendatangkan mudarat bagi kita dan orang lain.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

10 Golongan Manusia Yang Akan Menghuni Surga Allah SWT

MUSLIMIDIA.COM - Golongan Golongan Manusia Yang Menghuni Syurga Allah Surga adalah Hak, yang memang disediakan untuk orang-orang yang...
MUSLIMIDIA.COM - Golongan Golongan Manusia Yang Menghuni Syurga Allah

Surga adalah Hak, yang memang disediakan untuk orang-orang yang beriman, dan diharamkan untuk orang-orang yang kafir, selamanya.

Firman Allah SWT:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali ‘Imaran [3]: 133)

Ayat tersebut mengatakan bahwa manusia di perintahkan untuk selalu memohon ampunan kepada Allah swt, karena mereka yang senantiasa meminta ampun dan selalu bertakwa akan diberikan surga yang lebih luas dari langit dan bumi.

Dan golongan penghuni neraka menyeru kepada golongan penghuni Sorga, Seperti yang diceritakan di surah Al a’araf ayat 50, mereka yang berada di neraka nantinya akan meminta belas kasih dan meminta air serta makanan kepada mereka penghuni surga. 

Namun Allah mengharamkan penghuni surga untuk memberikan keduanya kepada mereka yang kafir.

Siapa saja yang telah mengingkari adanya sorga, neraka, kebangkitan, atau hisab termasuk orang-orang kafir, karena hukumnya sudah jelas diterangkan di nash-nash yang pasti sumbernya.

Penghuni neraka menyeru penghuni surga: 

"Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (QS. Al-A’raf [7]: 50)

Beriman bahwa surga adalah hak, yang disediakan hanya bagi orang-orang yang beriman, dan diharamkan atas orang-orang kafir selamanya, merupakan bagian dari keimanan kepada Hari Akhir.

Siapakah Golongan Manusia Calon Penghuni Surga Tersebut.?

Mari kita bahas sama sama. 

1. Para Nabi, orang-orang yang jujur, syuhada, dan orang-orang yang shalih

Nabi merupakan orang-orang pilihan Allah yang ditugaskan untuk menyerukan ke esaan Allah pada ummat manusia dibumi. 

Para nabi sudah jelas orang-orang yang akan masuk kedalam surga Allah disaat hari akhir nanti.

Allah berfirman:

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisa [4]: 69) 

2. Orang-orang yang berbuat baik (al-Abrar)

Orang-orang yang berbuat baik semasa hidupnya didunia adalah termasuk golongan orang-orang yang akan menghuni surga Allah nanti pada hari ahir

Allah berfirman:

Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam keni’matan yang besar (surga), (QS. Muthafifin [83]: 22)

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan, minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, (QS. Al-Insan [76]: 5-12). 

3. Orang-orang yang terdahulu (masuk islam) yang didekatkan kepada Allah

Allah berfirman :

Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga keni’matan. (QS al-Waqiah [56]: 10 –12).

4. Ashhabul Yamin yaitu orang-orang yang menerima buku catatan amal dari sebelah kanan

Pada hari kebangkitan nanti manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar, dimana setiap manusia akan diberikan buku amal catatan selama hidup didunia.

Ada golongan orang-orang yang diberikan buku amalnya disebelah kanan dan ada pula golongan yang diberikan disebelah kiri.

Allah berfirman :

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (QS. al-Waqiah [56]: 27-38) 

5. Al-Muhsinun, yaitu orang-orang yang senantiasa berbuat baik dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan syariat

Allah berfirman :

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Yunus [10]: 36)

6. Ash-Shabirun, yaitu orang-orang yang bersabar

Allah Swt berfirman:

(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. Ar-Ra’d [13]: 23-24)
 

7. Orang yang takut saat menghadap Tuhannya

Allah berfirman :

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. (QS. Ar-Rahman [55]: 46) 

8. Al-Muttaqun, yaitu orang-orang yang bertakwa

Allah berfirman :

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam syurga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (QS. Al-Hijr [15]: 45).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; (QS. Ad-Dukhan [44]: 51-52).

Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (QS. Maryam [19]: 63).

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (QS. Ar-Ra’d [13]: 35).
 

9. Orang-orang yang beriman dan beramal shalih

Allah berfirman :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya. (QS. Al-Kahfi [18]:107-108),

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.(QS. Ar-Ra’d [13] :29),

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh keni`matan. (QS. Yunus [10]: 9),

(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan. (QS. Az-Zukhruf [43]: 69-70),

Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (QS. Hud [11]: 23).
 

10. At-Taaibun, yaitu orang-orang yang bertaubat

Allah SWT zat yang maha pengasih dan maha pengamun sangat senang dengan hambanya yang selalu bertaubat apabila melakukan perbuatan tidak baik.

Orang yang bertaubat dengan sungguh sungguh dengan tidak mengulangi kesalahannya juga termasuk orang-orang yang dijanjikan durga oleh Allah.

Allah berfirman:

Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. (QS. Maryam [19]: 60).

Semoga ita termasuk kedalam golongan orang orang yang akan menghuni syurga Allah SWT pada hari akhir nanti. Amin Ya Robbal Alaminn.

7 Golongan Manusia Yang Dinaungi Allah SWT Pada Hari Kiamat

MUSLIMIDIA.COM - Golongan manusia yang dinaungi Allah pada hari kiamat. Di hari kiamat kelak manusia akan dikumpulkan untuk dimintai ...
MUSLIMIDIA.COM - Golongan manusia yang dinaungi Allah pada hari kiamat.

Di hari kiamat kelak manusia akan dikumpulkan untuk dimintai pertanggungjawabannya dari apa yang telah mereka lakukan selama di dunia.

Kondisi di hari itu sangatlah panas, karena matahari didekatkan dengan jarak satu mil di atas ubun-ubun.

Mereka juga dikumpulkan di Padang Mahsyar dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak dikhitan, dan tidak berpakaian.

Namun, ada 7 golongan yang akan mendapatkan naungan di hari yang sangat panas tersebut.

Siapakah 7 golongan tersebut?

Dalam sebuah hadits yang shahih, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

Dari Hadits diatas kita bisa lihat bahwa Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala. Yaitu:
  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala
  3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala.
  5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”.
  6. Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
  7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata.
Mari kita bahas satu persatu dari ketujuh golongan manusia tersebut.

1. Pemimpin yang Adil

Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang berhukum di tengah-tengah manusia berdasarkan kebenaran bukan semata-mata mengikuti hawa nafsu. Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat Shad ayat 26, 

Allah berfirman: 

“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”  (QS. Shad: 26)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda mensifati pemimpin yang adil: 

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil mereka akan ditempatkan di sisi Allah di atas mimbar-mimbar dari cahaya yang berada di sebelah kanan Allah, dan kedua tangan Allah adalah kanan, yaitu mereka yang berbuat adil di dalam hukumnya, keluarganya, dan orang-orang yang ada di bawah naungannya”.  (HR. Muslim no. 1827).

2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala

Di zaman yang mana para pemuda lalai dan tenggelam dalam fitnah dunia, namun ia tetap istiqamah berpegang terhadap agamanya, tekun dan taat beribadah menghamba kepada Rabb- nya. 

Pantaslah kalau ia mendapatkan janji Allah yang sangat agung, dikarenakan susahnya menerapkan dan mengamalkan hal tersebut apalagi di zaman yang pergaulan kian hari kian runyam dan ditambah lagi dengan gejolak darah muda yang gampang tersulut oleh dahsyatnya seruan- seruan syahwat.

Pada hari kiamat kelak manusia tak akan luput dari pertanyaan dan pertanggungjawaban tentang masa mudanya untuk apa ia habiskan, oleh karenanya mari kita mengamalkan apa yang diwasiatkan olah suri tauladan kita Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

“Manfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara: mudamu sebelum datang tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, waktu luangmu sebelum datang sibukmu, kayamu sebelum datang miskinmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.”  (HR. al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak)

3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid

Orang yang beriman dengan iman yang sejati selalu merindukan masjid sebagaimana rindunya ikan terhadap air. 

Kerinduan yang dipacu oleh keimanan kepada Allah, karenanya kalian akan melihat orang-orang yang menghadiri masjid-masjid Allah hati mereka tidak akan merasa sejuk, tenang dan tentram setelah keluar dari masjid sampai ia bisa kembali ke masjid lagi untuk bermunajat dan menyampaikan keluh kesah kepada Allah. 

Inilah hakekat orang-orang yang memakmurkan masjid Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”  (QS. at-Taubah: 18)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda mengenai ganjaran bagi orang yang hatinya tergantung kepada masjid: 

“Barangsiapa pergi ke masjid di waktu pagi atau sore niscaya Allah menyediakan baginya tempat di surga tiap kali ia pergi ke masjid di waktu pagi maupun sore hari.  (HR. Bukhari, no. 662 dan Muslim, no. 669).

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala

Dalam sebuah hadits dari sahabat Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan (tidak memberi) karena Allah. Sungguh ia telah menyempurnakan keimanan.”  (Sunan Abu Dawud, no.4681)

Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling menyayangi? Sebarkanlah salam sebanyak-banyaknya di antara kalian.” (HR. Muslim)

Inilah di antara sebab seorang mendapatkan manis dan lezatnya iman, karena dua orang ini tidaklah berkumpul karena hubungan kekerabatan, saudara kandung dan kemaslahatan dunia, akan tetapi yang mengumpulkan mereka adalah cinta karena Allah sampai ajal memisahkan mereka berdua.

5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”.

Cukuplah kisah Nabi Yusuf menjadi contoh bagi kita semua, tatkala beliau digoda dan diajak berzina oleh wanita yang amat cantik dan kaya istri seorang raja, namun Nabi Yusuf menolak untuk
melakukannya karena ia takut kepada Allah. 

Sebagaimana dikisahkan dan diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an surat Yusuf ayat: 23. Allah berfirman:

“Dan wanita yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung.”  (QS. Yusuf: 23).

6.Seorang Yang Bersedekah Dengan Sembunyi

Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
Alangkah banyaknya orang yang bersedekah dan alangkah besarnya pahala bagi mereka di sisi Allah, namun tidaklah mudah untuk mendapatkan keistimewaan berupa lindungan Allah di hari kiamat. 

Karena untuk mendapatkan itu dibutuhkan keikhlasan yang kuat sampai-sampai diibaratkan ketika ia bersedekah tangan kirinya tidak mengetahuinya. 

Allah telah memuji orang-orang yang bersedekah terutama mereka yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi. 

Allah Berfirman: 

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 271)

Untuk menguatkan agar tambah menyakinkan, kita simak bersama sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut: 

“Sedekah dengan sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan Allah”. (HR. Thabrani dan dishahihkan Syaikh al-Albani. Lihat: Shahih al-Jami’ no. 3759).

7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian

Demikian pula orang-orang shalih dahulu maupun sekarang. Allah dan Rasul-Nya menyanjung orang-orang yang sering menangis karena Allah, bahkan menyiapkan bagi mereka balasan yang tiada tara, yaitu terbebas dari api neraka. Allah ta’ala berfirman:

“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (al-Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran al-Qur’an dan kenabian Muhammad).”  (QS. al-Maidah: 83)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Dua mata yang tidak akan disentuh api neraka untuk selama-lamanya: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang bermalam dalam rangka berjaga di jalan Allah.”  (HR. Tirmidzi)

Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang mendapat perlindungan dari Allah SWT di hari kiamat nanti. Amin ya robbal alamiin.

Allah Benci Orang Gendut/Gemuk.? Ini Dalilnya

MUSLIMIDIA.COM - Allah Benci Orang Gendut Setiap orang memiliki postur tubuh yang berbeda-beda. Terdapat orang yang memiliki tubuh kuru...
MUSLIMIDIA.COM - Allah Benci Orang Gendut

Setiap orang memiliki postur tubuh yang berbeda-beda. Terdapat orang yang memiliki tubuh kurus, tapi juga ada yang memiliki tubuh gemuk. Perbedaan bentuk tubuh ini dibedakan karena beberapa hal.

Benarkah Allah benci orang gemuk? Gemuk seperti apa yang dibenci oleh Allah SWT?

Ada beberapa dalil yang menunjukkan celaan bagi orang gemuk karena banyak makan.

Dari Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Generasi terbaik adalah generasi di zamanku, kemudian masa setelahnya, kemudian generasi setelahnya. Sesungguhnya pada masa yang akan datang ada kaum yang suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya, mereka bersaksi sebelum diminta kesaksiaannya, bernazar tapi tidak melaksanakannya, dan nampak pada mereka kegemukan”. (HR. Bukhari 2651 dan Muslim 6638)

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik umatku adalah masyarakat yang aku di utus di tengah mereka (para sahabat), kemudian generasi setelahnya. Kemudian datang kaum yang suka menggemukkan badan, mereka bersaksi sebelum diminta bersaksi.” (HR. Muslim 6636 dan Ahmad 7322)
Keterangan al-Qurthubi (w. 671 H)

Ketika menyebutkan hadis di atas, beliau mengatakan,

Hadits ini adalah celaan bagi orang gemuk. Karena gemuk yang bukan bawaan penyebabnya banyak makan, minum, santai, foya-foya, selalu tenang, dan terlalu mengikuti hawa nafsu. 

Ia adalah hamba bagi dirinya sendiri dan bukan hamda bagi Tuhannya, orang yang hidupnya seperti ini pasti akan terjerumus kepada yang haram…

Allah mencela orang kafir yang hidupnya hanya makan, seperti binatang. Allah berfirman,

“Orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (Muhammad:12)

Al-Qurthubi juga menegaskan, tradisi banyak makan, hobi kuliner, adalah kebiasaan orang kafir. Beliau melanjutkan,

Allah mencela orang kafir karena banyak makan. Allah berfirman (yang artinya), “Orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.”

Karena itu, apabila ada orang mukmin yang meniru tradisi mereka, dan menikmati segala kenikmatan dunia setiap saat, lantas dimana hakikat imannya dan pelaksanaan Islam pada dirinya?! 

Barangsiapa yang banyak makan dan minum, maka ia akan semakin rakus dan tamak, bertambah malas dan banyak tidur di malam hari. Siang harinya dipakai untuk makan dan minum, sedangkan malamnya hanya untuk tidur. (Tafsir al-Qurthubi, 11/67).

Hadis lain yang menunjukkan celaan bagi gemuk,

Dari Ja’dah bin Khalid, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat ada orang gendut. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk perutnya,

Andai gendut ini tidak di sini, nscaya itu lebih baik bagimu. (HR. Ahmad 15868, dan sanadnya didhaifkan Syuaib al-Arnauth).

Kemudian dalam hadis dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma,

Suatu ketika ada orang bersendawa di dekat Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menegurnya,

Jangan keras-keras sendawanya, sesungguhnya orang yang paling sering kenyang di dunia, dia paling lama laparnya di akhirat. (HR. Turmudzi 2666 dan dihasankan al-Albani)

Kemudian, disebutkan pula dalam hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menceritakan salah satu model manusia yang disiksa di hadapan seluruh makhluk,

Sesungguhnya akan didatangkan seseorang yang sangat besar dan gemuk pada hari kiamat, akan tetapi timbangannya di sisi Allah tidak seberat sayap nyamuk. Bacalah firman Allah, (yang artinya), “Dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.”

(HR. Bukhari 4729 & Muslim 7222).

Ketika menyebutkan hadis di atas, an-Nawawi mengatakan,

“Timbangannya di sisi Allah tidak seberat sayap nyamuk” artinya beratnya dan nilainya tidak menyamai sayap nyamuk, artinya tidak ada nilainya. Di sini terdapat celaan bagi kondisi gemuk. (Syarah sahih Muslim, 17/129).

Celaan Imam as-Syafii kepada Orang Gemuk

Dari Hasan bin Idris al-Halwani menyatakan bahwa beliau mendengar komentar Imam as-Syafii tentang orang gemuk,

Sama sekali tidak akan beruntung orang yang gemuk, kecuali Muhammad bin Hasan As-Syaibany (Gurunya as-Syafi’i).

Beliau ditanya, “Mengapa demikian?”

Jawab beliau,

Karena seorang yang berakal tidak lepas dari dua hal; sibuk memikirkan urusan akhiratnya atau urusan dunianya, sedangkan kegemukan tidak terjadi jika banyak pikiran. Jika seseorang tidak memikirkan akhiratnya atau dunianya berarti dia sama saja dengan hewan, jadilah gemuk. (Hilyah al-Auliya’, 9/146).

Gemuk yang Tidak Tercela

Bagian ini yang dikecualikan, gemuk yang tidak tercela. Gemuk bukan karena malas-malasan, dan bukan karena terlalu banyak makan. Dia tetap menjadi pahlawan bagi umat, dan berusaha melakukan aktivitas yang bermanfaat. Sebagaimana yang dialami Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di penghujung usia beliau dan beberapa sahabat lainnya.

Aisyah menceritakan,

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir 9 rakaat, setelah beliau mulai gemuk dan berdaging, beliau shalat 7 rakaat. Kemudian shalat 2 rakaat sambil duduk. (HR. Ahmad 26651 dan Bukhari 4557).

Dari Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma,

Saya bertanya kepada pamannya, Ibnu Abi Halah tentang ciri fisik Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengatakan,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang badannya besar. (as-Syamail al-Muhammadiyah Turmudzi, 1/34).

Sebagian menafsirkan kata: fakhman mufakhaman dengan gemuk.

Mula Ali Qori mengatakan,

Riwayat yang menunjukkan bahwa Allah membenci orang gemuk, dipahami jika gemuk ini terjadi karena kelalaian, terlalu banyak menikmati kenikmatan lahir, sebagaimana yang ditunjukkan dalam riwayat tentang kebencian bagi orang gendut. (Jam’ul Wasail fi Syarh as-Syamail, 1/34).

Dari penjelasan berbagai dalil diatas sudah jelas bahwa gemuk seperti apa yang dibenci oleh Allah SWT.

Kisah Nabi Isa a.s Dari Lahir Sampai Wafat

MUSLIMIDIA.COM - Kisah Nabi Isa a.s Lengkap Nabi isa merupakan salah satu dari 5 Nabi Ulul Azmi dan mempunyai salah satu mukjizat ...
nabi isa

MUSLIMIDIA.COM - Kisah Nabi Isa a.s Lengkap

Nabi isa merupakan salah satu dari 5 Nabi Ulul Azmi dan mempunyai salah satu mukjizat nabi isa yaitu lahir tanpa adanya seorang ayah.

Dalam Al-Qur’an, ia disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina.

Nama nabi isa disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al-Quran. Cerita kisah Nabi Isa kemudian berlanjut dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah, penolakan oleh Bani Israil dan berakhir dengan pengangkatan dirinya ke surga.

Kata Isa ini diperkirakan berasal dari bahasa Aram, Eesho atau Eesaa. Yesus Kristus adalah nama yang umum digunakan umat Kristen untuk menyebutnya, sedangkan orang Kristen Arab menyebutnya dengan Yasu’ al-Masih.

Kemudian, ia diyakini mendapatkan gelar dari Allah dengan sebutan Ruhullah dan Kalimatullah.

Karena Isa dicipta dengan kalimat Allah “Jadilah!”, maka terciptalah Isa, sedangkan gelar Ruhullah artinya ruh dari Allah karena Isa langsung diciptakan Allah dengan meniupkan ruh kedalam rahim Maryam binti Imran.

Dalam Al-Qur’an tentang Nabi Isa dimulai dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Zakariya, serta kelahiran Yahya.

Kemudian Al-Qur’an menceritakan keajaiban kelahiran Isa sebagai anak Maryam tanpa ayah.

"(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)." (Ali ‘Imran: 45)


Dikisahkan pula bahwa selama Isa berada didunia, ia tidak menikahi seorang wanita karena ia terlebih dahulu diangkat oleh Allah kelangit.

Akan tetapi, ada riwayat yang mengatakan bahwa Isa akan menikah dengan salah satu umat Muhammad ketika ia turun dari langit, kejadian ini dikisahkan menjelang akhir zaman.

Kelahiran Nabi Isa a.s

Usia kandungan Maryam semakin dekat pada hari kelahiran. Maryam keluar dari daerah pengasingannya untuk menyelamatkan diri serta bayi yang dikandungnya.

Maryam semakin merasakan gerak bayi dalam kandungannya. Geraknya semakin lama semakin kuat. Karena merasa sakit, Maryam membaringkan diri.

Pada saat itulah lahir seorang anak dari rahimnya. Bayi ini adalah Isa bin Maryam.

Setelah melahirkan, Maryam merasa lapar dan haus. Ia menggoyang- goyangkan pohon kurma (Q.19:22-26) lalu memakan buah kurma yang terjatuh, dan minum air sungai yang mengalir dekat pohon kurma tempatnya bersandar.

Ia bersyukur kepada Allah Swt. karena diberi kemudahan ketika melahirkan putranya. Tempat kelahiran Isa disebut Baitullaham (Bethlehem), yang berarti "tempat lahir".

Kota ini terletak sekitar 9,5 km di selatan Yerusalem. Ketika Nabi Isa lahir, Israil dijajah oleh bangsa Romawi.

Beberapa hari setelah kelahirannya, Nabi Isa dibawa pulang ke kampung ibunya. Orang kampung berdatangan melihat putra Maryam.

Mereka mencemoohkan Maryam karena membawa bayi tanpa ayah. Mereka menuduhnya berbuat zina, padahal ia berasal dari keluarga baik- baik.

Maryam tidak menanggapi tuduhan itu, tetapi memberi isyarat kepada bayinya.

Tiba-tiba, bayinya menjawab bahwa tuduhan itu tidak benar. Jawaban ini berhasil membungkam mulut mereka. Begitulah Allah Swt. memperlihatkan kekuasaan-Nya.

Nabi Isa dikhitan pada usia 8 hari, sesuai dengan syariat para nabi sejak Nabi Ibrahim.

Isa Diangkat Menjadi Nabi

Orang Yerusalem mengenal Nabi Isa sebagai pemuda yang cerdik, pintar, berani, tegas dalam membela kebenaran, dan tidak pernah tunduk dalam menghadapi kebatilan.

Sikap dan pendirian ini diketahui oleh Raja Herodus yang berkuasa di Palestina. Ia menganggap Nabi Isa sebagai musuh utama yang bisa mengancam kedudukannya.

Herodus pun memutuskan untuk membunuh Nabi Isa. Rencana jahat ini sampai ke telinga Maryam. Oleh karena itu, Maryam segera menyelamatkan putranya dengan mengungsi ke Mesir.

Maryam dan Nabi Isa tinggal di Mesir selama 12 tahun. Setelah Raja Herodus wafat, Nabi Isa dan ibunya kembali ke Palestina.

Mereka menetap di Nasirah (Nasaret). Sebutan " Nasrani" (orang dari Nasirah), yakni pengikut Nabi Isa, berasal dari nama tempat ini.

Pada usia 30 tahun, Nabi Isa a.s. sering pergi ke luar rumah untuk mengasingkan diri dari keramaian, membersihkan nurani, dan mencari pencerahan jiwa. Ketika menuju ke Bukit Zaitun, Nabi Isa jatuh terduduk dekat sebuah batu besar.

Tiba-tiba ada yang datang menghampirinya, lalu memintanya menjadikan batu besar itu roti. Namun, Nabi Isa tidak mengabulkannya. "Kebesaran Tuhan hanya ada pada Allah," kata Nabi Isa.

Mendengar jawaban ini, " orang" itu yakin bahwa iman Nabi Isa tetap teguh, lalu ia pun menghilang. Nabi Isa sadar bahwa yang menghampirinya itu adalah iblis yang berusaha menyesatkannya

Ketika berada di Bukit Zaitun, Nabi Isa bersujud dan bersyukur karena selamat dari godaan iblis. Tidak lama kemudian, Malaikat Jibril mendatanginya, lalu menyampaikan tugas kenabian dan kerasulannya.

Nabi Isa menerima wahyu Allah Swt. Kepadanya, Allah Swt. menurunkan kitab suci Injil (Q.4:171), pembenaran kitab suci sebelumnya (Taurat), dan nubuat tentang akan turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad Saw. yang disebut Ahmad (Q.61:6).

Dakwah Nabi Isa a.s

 Nabi Isa a.s. mulai berjuang menyiarkan ajaran Allah Swt., membeberkan kesalahan para pemuka agama Yahudi, dan menyadarkan mereka tentang penyimpangan mereka dari ajaran Nabi Musa.

Karena itu, ia berseru kepada Bani Israil agar mereka mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah Swt. (Q.19:31-36).

Ia berdakwah supaya mereka bertobat, yakni kembali ke jalan benar yang telah dirintis oleh para nabi sebelumnya. Namun, dakwah Nabi Isa mendapat perlawanan dengan berbagai fitnah dan ejekan.

Mereka memintanya untuk membuktikan kenabian serta kerasulannya dengan maksud untuk menghilangkan pengaruh dan wibawanya. Nabi Isa menunjukkan beberapa mukjizat kepada mereka, tetapi tetap saja ada yang tidak percaya.

Nabi Isa, menerima tugas yang berat untuk mengemban amanah kenabian. Mengemban tugas kenabian tidaklah mudah, dan menemui banyak tantangan.

Pada saat itu, kaum Bani Israil banyak melakukan penyimpangan. Dosa-dosa telah menjadi kebiasaan dan menganggapnya sebagai kewajaran.

Lebih parahnya, para pendeta tidak bisa diandalkan. Karena mereka cenderung membiarkan kemaksiatan. Mereka tak segan-segan mengubah ketentuan. Halal menjadi haram dan haram menjadi halal.

Beliau pun memulai dakwahnya dengan menyampaikan ajaran agama kepada kaum Bani Israil. Pada saat itu para pendeta masih memegang teguh kitab Taurat.

Para pendeta tersebut menyuruh kaum Bani Israil untuk menentang Nabi Isa. Berita Nabi Isa mengajar agama diketahui oleh Raja Herodes.

Dia tak percaya akan ajaran-ajaran Nabi Isa dan meminta menunjukkan mukjizat. Herodes pun langsung mengumpulkan rakyatnya untuk melihat mukjizat Nabi Isa.

Lalu, Nabi Isa membuat sebuah patung dari tanah liat dengan bentuk burung. Kemudian dia meniup burung itu. Atas izin Allah SWT, burung dari tanah liat tersebut tiba-tiba hidup dan terbang.

Banyak orang orang-orang yang berdecak kagum melihat kejadian itu.

Tidak hanya itu saja, pada suatu hari Nabi Isa didatangi oleh dua orang yang memiliki penyakit, yaitu tunanetra dan kusta.

Berkat izin Allah, orang buta sejak lahir tersebut dapat melihat kembali. Begitupun dengan orang yang menderita penyakit kusta.

Penyakitnya sirna tidak ada sedikitpun bekas-bekas penyakit yang nampak menjijikan seperti di tubuhnya sebelumnya.

Para kaum Bani Israil yang masih kafir bersekongkol dengan para pendeta untuk mengucilkan Nabi Isa. Beliau memiliki beberapa pengikut dan jumlahnya dua belas orang.

Mereka terkenal dengan sebutan Hawariyyun dan mereka sangat setia kepada Nabi Isa.

Ketika Nabi Isa melakukan suatu perjalan dan melawati sebuah padang pasir yang gersang, kering serta panas masalah pun timbul.

Rombongan tersebut kehabisan bekal, dan setiap orang sangat lapar dan haus.

Para pengikut mulai mengeluh dan mulai berkata macam-macam. Nabi Isa berdoa kepada Allah untuk menurunkan hidangan dari langit.

Allah mengabulkan permintaannya dengan syarat apabila ingkar akan terkena azab yang sangat berat yang belum pernah ditimpakan kepada siapapun.

Lambat laun dakwah Nabi Isa mendapat sambutan yang sangat besar. Semakin hari pengikut Nabi Isa semakin banyak.

Namun ada pihak lain yang merasa dirugikan, yaitu para kaum Bani Israil yang masih kafir dan para pendeta yang tidak terima akan dakwahan Nabi Isa.

Rencana diatur sedemikian rupa. Tentara pilihan dikumpulkan untuk membunuh Nabi Isa. Rencana pembunuhan tersebut diketahui oleh salah satu pengikut Nabi Isa dan segera dilaporkan ke beliau.

Mereka segera menyelamatkan diri dan hidup berpindah-pindah tempat.

Salah satu murid Nabi Isa bernama Yudas, terbujuk akan iming-iming hadiah sebesar 30 dinar dengan syarat harus memberitahukan tempat persembunyian Nabi Isa dan Hawariyyun.

Yudas berkhianat, dia membocorkan tempat persembunyian Nabi Isa. Mendengar informasi dari Yudas, tentara Romawi langsung bergerak.

Tentara Romawi langsung menangkap seseorang yang sangat mirip dengan Nabi Isa yaitu Yudas yang telah berkhianat. Sebelumnya saat akan ditangkap oleh tentara Romawi, Allah mengangkat Nabi Isa ke langit.

Kemudian Allah mengubah wajah Yudas dengan wajah Nabi Isa. Sehingga akhirnya Yudas mendapatkan pukulan bertubi-tubi dan terus diseret.

Tubuh Yudas penuh dengan luka dan wajahnya memar akibat pukulan. Yudas menghembuskan napas terakhirnya di tiang salib.

Di dalam Alquran disebutkan bahwa Nabi Isa kan diturunkan kembali ke bumi oleh Allah SWT sebelum hari kiamat kelak. Allah SWT akan menugaskan Nabi Isa untuk menghadapi Dajjal yang suka membuat bencana di bumi.

Turunnya Nabi Isa a.s Kembali Ke Bumi

Nabi Isa as. sehingga kini masih hidup dan hanya Allah SWT saja tahu dimana Nabi Isa ditempatkan. Dari keterangan hadis Nabi Muhammad saw.

Diceritakan bahawa menjelang hari kiamat / akhir zaman, Nabi Isa akan di turunkan oleh Allah SWT dari langit ke bumi (The Second Coming dalam versi Kristian).

Peristiwa itu tergambar dari hadis berikut :

“Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya,maka ketahuilah;bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang,berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah,kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah”. (HR Abu Dawud)

“Sekelompok dari ummatku akan tetap bertempur dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa Ibnu Maryam ,maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi) : “ Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad)

“Tiba-tiba Isa sudah berada diantara mereka dan berkumandangkanlah solat,maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam solat) wahai roh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah dia yang mengimami solat kamu”. (HR Muslim & Ahmad)


Hal pertama yang dilakukan Nabi Isa setelah turun dari langit adalah menunaikan solat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis-hadis di atas.

Nabi Isa akan menjadi makmum dalam solat yang diimamkan oleh Imam Mahdi.

Adapun lokasi turunnya Nabi Isa dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah hadist berikut :

“Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’(Al Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik”. (HR Thabrani dari Aus bin Aus)

Kedatangan Nabi Isa akan didahului oleh keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman, kesengsaraan & peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi , setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari , maka Nabi Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpaskan dajjal.

Nabi Isa a.s Membunuh Dajjal

Turunnya Nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama ,baginda akan bekerjasama dengan Imam Mahdi membanteras semua musuh-musuh Allah.

Dikisahkan setelah Nabi Isa as. selesaikan menunaikan solat, ia berkata :

“Keluarlah kamu (pasukan kaum muslimin) semua bersama kami untuk menghadapi musuh Allah, yaitu dajjal.”

Lalu mereka pun keluar, kemudian Ia (Isa) dilihat oleh dajjal yang laknat yang baru saja mendakwa kepada manusia, bahawa ia adalah raja yang mendapat petunjuk dan pemimpin yang arif serta bijaksana, bahkan mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi.

Begitu ‘Isa dilihat oleh dajjal, dajjal pun meleleh seperti garam yang meleleh di di air.

Kemudian dajjal melarikan diri, akan tetapi ia dihadang oleh Isa di pintu kota Lud di Palestin. Sekiranya Isa membiarkan saja hal ini maka dajjal akan hancur seperti garam dalam air, akan tetapi Isa berkata kepadanya:”Sesungguhnya aku berhak untuk menghajar kamu dengan satu pukulan.”

Lalu Isa as. menombak dan membunuhnya, maka Isa as. memperlihatkan kepada semua orang darah dajjal di tombaknya.

Maka tahu dan sadarlah para pengikut dajjal dari kalangan Yahudi , bahwa dajjal bukanlah Allah. Jika benar apa yang didakwakan dajjal(dajjal mengaku sebagai tuhan) tentulah dajjal tidak akan dapat dibunuh oleh Nabi ‘Isa.

Nabi Isa akan menyelamatkan manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj. Salah satu tugas besar beliau setelah membunuh dajjal adalah menyelamatkan ummat manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog dalam versi Kristian).

Dikisahkan, fitnah dan kejahatan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sangat besar dan menyeluruh , tiada seorang manusiapun yang dapat mengatasinya, jumlah mereka pun sangat banyak sehingga kaum Muslimin akan menyalakan api selama 7 tahun untuk berlindung dari penyerangan mereka, para pemanah dan perisai mereka. (seperti yang diterangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Nawwas)

Maka saat mereka telah keluar (dari diding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja Zulkarnain) maka Allah SWT berkata kepada Isa ibn Maryam: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba(Ya’juj dan Ma’juj)yang tidak mampu dilawan oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hambaKu ke Thur (Thursina) ”

Wafatnya Nabi Isa a.s Setelah Turun Dibumi

Menurut suatu riwayat Nabi Isa ,setelah turun dari langit akan menetap di bumi sampai wafatnya selama 40 tahun. Ia akan memimpin dibumi dengan penuh keadilan , sebagaimana yang diceritakan dalam hadist berikut:

“Demi yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil,maka ia akan menghancurkan salib,membunuh babi,menolak upeti,melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR. Bukhari,Muslim,Ahmad,Nasa’I,Ibn Majah dari Abi Hurairah)

Diceritakan dalam sebuah hadist bahwa Nabi Isa akan melaksanakan haji.

”Demi Dzat yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak”.(HR. Ahmad & Muslim dari Abi Hurairah)

Janji Allah pasti berlaku pada semua hambanya, semua yang bernyawa pasti akan mati, begitu juga Nabi Isa as.

Setelah menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah SWT. akan mewafatkan Nabi Isa. Hanya Allah SWT saja yang tahu bila dan dimana Nabi Isa akan diwafatkan.

Setelah wafatnya Nabi Isa as. dunia kemudian akan mengalami kiamat. Wallahu a’lamu bishowab.

“Semua jiwa pasti akan merasakan kematian. Kalian akan dipenuhi ganjarannya hanya pada hari kiamat.” (QS. Ali Imran: 185)


Nabi Isa ‘alaihis salam tidak dikecualikan dari ayat ini. Beliau juga akan meninggal sebagaimana umumnya manusia.

Hanya saja tidak sekarang, tapi di akhir zaman, setelah Allah turunkan kembali beliau, dengan membawa misi membunuh Dajjal, orang kafir, dan memenuhi bumi dengan keadilan bersama kaum muslimin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan tugas Isa di akhir zaman. Beliau menyatakan.

Mukjizat Nabi Isa a.s

Sebagai salah satu nabi yang memiliki julukan Ulul Azmi. Para ahli tafsir mengatakan bahwa Isa menghidupkan empat orang.

Pertama, al-Azir yaitu temannya, kemudian dua orang anak laki-laki dari seorang tua dan seorang anak perempuan satu-satunya dari seorang ibu.

Mereka adalah tiga orang yang mati di zamannya dan Isa membangkitkan pula Sam bin Nuh atas permintaan orang Yahudi.

Mukjizat Isa diantaranya adalah:
  1. Lahir tanpa adanya seorang ayah
  2. Dapat berbicara sewaktu masih bayi, untuk menerangkan bahwa ia seorang nabi yang diutus untuk bani Israel
  3. Bisa mengetahui Taurat asli Musa, yang disembunyikan dan telah mengalamai banyak perubahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik dari kaum Yahudi
  4. Membentuk tanah seperti burung kemudian meniupkan roh, lalu tanah itu menjadi burung
  5. Menyembuhkan orang buta
  6. Menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak
  7. Menghidupkan kembali orang yang telah mati
  8. Diberi kemampuan melihat hal-hal yang ghaib melalui panca inderanya meskipun ia tidak menyaksikannya secara langsung
  9. Menurunkan makanan dari langit karena permintaan Hawariyun
Demikianlah kisah Nabi Isa a.s yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

Semoga kita dapat mengambil pembelajaran dari kisah Nabi Isa a.s

5 Amal Yang Mempermudah Melewati Jembatan Shiratal Mustaqim

MUSLIMIDIA.COM - Jembatan Shiratal Mustaqim. Kehidupan di dunia berlangsung untuk sementara saja. Sedangkan hidup yang kekal akan ter...
MUSLIMIDIA.COM - Jembatan Shiratal Mustaqim.

Kehidupan di dunia berlangsung untuk sementara saja. Sedangkan hidup yang kekal akan terjadi ketika kita berada di akhirat kelak, tepatnya setelah hari kiamat.

Di tempat inilah ada fase-fase yang harus terlebih dahulu dilalui manusia salah satunya yaitu melewati jembatan shiratal mustaqim.

Kalimat shirathal mustaqim sendiri diambil dari kata bahasa Arab, yang banyak dijumpai kosakatnya di Al quran.

Bahkan, kalimat ini berbunyi di setiap nafas diucapkan umat islam saat membaca surat Al-fatihah yang tiba pada bacaan “ihdinas shiratal mustaqim yang apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang bermakna (tunjukilah kami ke jalan yang lurus).

Umat muslim juga meyakini sepenuhnya bahwa sirotul mustakim adalah jembatan penghubung antara surga dan neraka.

Dalam keyakinan umat muslim sebagaimana dijelaskan dalam sumber hukum Islam, jembatan shiratal mustaqim terbentang panjang di atas neraka di mana jalan akhir dari jembatan ini adalah surga.

Tentu, deskripsi yang diambil dari Al Quran dan hadis menceritakan bahwa banyak orang terjatuh ke dalam api neraka dan tak sedikit yang bisa melewati hanya dalam kedipan mata atau secepat kilat. Semua itu, tidak lepas dari amal baik dan buruk yang diperbuat manusia selama hidupnya.

Berikut 5 Amal Mempermudah lewat Jembatan Shiratal Mustaqim.

1. Berjalan ke Masjid dalam Kegelapan untuk Melaksanakan Shalat

Bekal selanjutnya untuk mempermudah jalan melewati jembatan shiratal mustaqim adalah dengan melaksanakan keinginan dari Allah SWT. 

Keinginan tersebut yaitu mendirikan shalat 5 waktu, shalat menjadi ibadah yang dapat mencegah manusia untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Ketika melewati jembatan ini, kita harus menyeimbangkan amal perbuatan selama hidup di dunia. Terlebih lagi bagi seorang muslim tetap melangkahkan kaki di tengah kegelapan untuk menegakkan perintah Allah ini. 

Bahkan mereka akan mendapatkan sinar yang prima di akhirat kelak untuk membantu mempermudah langkahnya melewati jembatan tersebut. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

"Berilah berita gembira pada beberapa orang yang jalan menuju masjid-masjid dalam kegelapan dengan sinar yang prima pada hari kiamat." (HR. Ibnu Majah 773)

Lalu dalam kisah yang lain, dijelaskan kalau Rasulullah SAW kerapkali waktu jalan menuju mesjid berdoa:

" Ya Allah, jadikanlah sinar dalam hatiku, dalam penglihatanku, dalam pendengaranku, disamping kananku, disamping kiriku, disamping atasku, disamping bawahku, didepanku, dibelakangku serta jadikanlah saya bersinar. " (HR. Bukhori. 5841)

2. Senantiasa Bertaubat Kepada Allah

Bekal pertama yang harus dilakukan oleh manusia agar dimudahkan untuk melewati jembatan shiratal mustaqim adalah dengan bertaubat. Tentu saja taubat yang dilaksanakan tersebut harus taubatan nasuha. Yakni taubat yang sungguh-sungguh, penuh ketulusan untuk kembali ke jalan Allah SWT dengan tidak mengulangi kesalahan yang pernah ia lakukan.

Dengan melaksanakan taubatan nasuha ini akan membuat seorang mukmin memperoleh kesempurnaan sinar yang akan mengakibatkan dirinya sukses menyebrangi jembatan shiratal mustaqim yang mendebarkan tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

"Hai, beberapa orang yang beriman, bertaubatlah pada Allah dengan Taubatan Nasuhan (taubat yang semurni-murninya), semoga Tuhan anda bakal meniadakan beberapa kekeliruanmu serta memasukkan anda dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari saat Allah tak mengejekkan Nabi serta beberapa orang yang beriman berbarengan dengan dia ; tengah sinar mereka memancar di hadapan serta disamping kanan mereka, sembari mereka menyampaikan : " Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami, serta ampunilah kami. Sebenarnya Engkau Maha Kuasa atas semua suatu hal ". (At-Tahrim: 8)

3. Membuat Perlindungan untuk Sesama Muslim dari Kejahatan Orang Munafik

Amalan selanjutnya yang ternyata juga menjadi salah satu bekal agar mempermudah langkah kaum muslim melewati jembatan shiratal mustaqim adalah dengan membuat perlindungan untuk sesama muslim dari kejahatan orang munafik. 

Perlindungan tersebut bisa dilakukan apabila saudara muslim kita terkena fitnah yang sama sekali tidak ia lakukan. 

Pembelaan dan penentangan terhadap tuduhan dari kaum munafik ini dapat menjadi salah satu cara melindungi diri dari siksaan neraka jahanam di akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa saja membuat perlindungan seseorang Mukmin dari kejahatan orang Munafik, Allah bakal mengutus malaikat membuat perlindungan daging orang itu pada hari kiamat- dari neraka jahannam. Siapa saja menuduh seseorang Muslim dengan maksud menginginkan mencemarkannya, jadi Allah bakal menahannya di atas jembatan neraka jahannam sampai orang itu dibikin bersih dari dosa pengucapan buruknya ". (HR. Abu Dawud 4239)

4. Ikhlas Dalam Bersedekah

Bekal selanjutnya adalah ikhlas dalam bersedekah. Dengan melakukan ini, selain akan mendapatkan pahala dari Allah SWT nantinya kita juga akan dimudahkan untuk melewati jembatan shiratal mustaqim. 

Oleh sebab itu, janganlah mengharap pujian dari sesama manusia ketika melakukan sedekah kepada orang lain. Berharaplah hanya kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

”Barang siapa berbuat kebaikan dengan bersedekah jadi dia diijinkan lewat ash shirat dengan memperoleh panduan”

5. Kurangi Beban dan Menolong Orang Lain

Amalan lainnya yang dapat dilakukan oleh kaum muslim dan menjadi bekal agar memudahkannya melewati jembatan shiratal mustaqim adalah dengan mengurangi beban dan menolong orang lain yang tengah mengalami kesulitan. 

Rasulullah SAW bersabda: 

“Barangsiapa yang melapangkan diri untuk menolong orang lain, Allah bakal isi hatinya pada harikiamat dengan keridhoan-Nya serta barangsiapa yang jalan dengan saudaranya bakal satu keperluan lalu dia dapat memenuhinya, jadi Allah bakal mengambil keputusan dua kakinya pada hari saat kaki-kaki bakal terpeleset dalam neraka” (HR. Anas)

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang orang yang dimudahkan oleh Allah SWT pada hari akhir nanti dalam melewati jembatan shiratal mustaqim. Amin Ya Robbal Alaminn.